Senin, 06 Januari 2014

Contoh laporan TiTik Beku


KATA PENGANTAR
       
                Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia - Nyalah saya dapat menyelesaikan laporan penelitian ini tepat pada waktunya dan tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan laporan penelitian ini.
Di dalam laporan penelitian ini kami menyajikan laporan dari pengujian penurunan titik beku. Kelompok kami menyelidiki dan melakukan observasi secara ilmiah dengan menggunakan berbagai larutan yang masing – masing akan diturunkan titik didihnya
 Kami kelompok kami berharap laporan penelitian ini dapat menambah wawasan teman-teman yang membaca dan dapat dijadikan salah satu referensi dalam proses belajar-mengajar mata pelajaran kimia.
Walau demikian kelompok kami sepenuhnya menyadari kekurangan dari laporan penelitin ini karena kami hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan ibarat pepatah, “Tak ada gading yang takretak”. Kelompok kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun laporan penelitian ini,demi kesempurnaan laporan penelitian ini di masa yang akan datang.

          Terima kasih dan selamat membaca!






Kendari, 29 september 2012 
                                              
Penyusun
                                                                            

                                                              Kelompok Lima




BAB 1
PENDAHULUAN
        1.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan percobaan adalah untuk mengkaji pengaruh zat terlarut pada titik beku larutan.

          1.2 Landasan Teori
v  Sifat Koligatif Larutan

          Adalah sifat larutan yag tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.Sifat koligatif larutan terdiri atas dua jenis yaitu: sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit,beberapa sifat-sifat koligatif  larutan adalah kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.

v  Kenaikan titik didih(Tb) dan penurunan titik beku(Tf)

          Pelarut murni akan medidih bila tekanan uap jenuh pada permukaan cairan sama dengan tekanan udara luar.Pada sistem terbuka,tekanan udara luar adalah 1 atm atau 760 mmHg keadaan ini disebut titik didih normal.Tirik didih suatu cairan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar (tekanan udara yang diberikan pada permukaan cairan),sehingga dapat kita simpulkan bahwa titik didih cairan bergantung pada tekanan udara permukaan cairan.
         







                  


Garis AB adalah garis didih air,artinya setiap titik pada garis AB terdapat kesetimbangan antara cair dan gas.Garis AC adalah garis beku air,artinya setiap titik pada garis AC terdapat kesetimbangan antara padat dan cair.Titik A disebut titik tripel air, artinya pada titik A itu tercapai kesetimbangan antara cair,padat dan gas,suhu pada titik tripel itu adalah 0,009 0C dan tekanannya sebesar 0,0060 atm.Karena tekanan uap jenuh larutan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan uap jenuh pelarut,Garis DE,yaitu garis didih larutan,letakknya berada dibawah garis AB.
Pada tekanan udara luar 1 atm,air mendidih pada suhu 100 0C (titik B).Pada saat itu tekanan uap air juga 1 atm dan tekanan uap larutan masih dibawah 1 atm (titik L).Jadi,agar larutan mendidih ,suhu perlu di perbesar sehingga    (titik L) berpindah ke (titik E).Pada (titik E) tekanan uap jenuh larutan sudah mencapai 1 atm (sama dengan tekanan udara luar).Jadi,pada (titik E) larutan mendidih dan suhu didihnya dan suhu didihnya E’ .Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih (   Tb).


Rounded Rectangle:       Tb = titik didih larutan – titik didih pelarut
 




Pada saat tercapai kesetimbangan antara cair dan padat,suhu itu disebut suhu beku.Titik beku ini dicapai jika tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap pelarut padatan murni,sehingga dapat di simpulkan bahwa titik beku larutan adalah suhu pada saat mulai terbenutk padatan(membeku).Pada gambar diatas terlihat titik beku larutan (F’) lebih rendah dari pada titik beku pelarut (C’).Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku(    Tf)



Rounded Rectangle:         Tf  =  titik beku pelarut  -  titik beku larutan
 




Menurut Roult penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding langsung dengan molalitasyang terlarut didalamnya hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :







Rounded Rectangle:      Tb =  Kf x m

Ø	Larutan Gula 4 molal 
Tf  =  Tf 0  -   Tf
     =  -1  -  (-5)
     =  -1  +  5
     =  4 0C


Penurunan titik beku 

Tf  =  Tf 0  -  Tf
     =  -1  -  4
     =  - 5 0C


 Berdasarkan teori
   

Ø	Larutan Gula 4 molal 
Tf  =  Tf 0  -   Tf
     =  -1  -  (-5)
     =  -1  +  5
     =  4 0C


Penurunan titik beku 

Tf  =  Tf 0  -  Tf
     =  -1  -  4
     =  - 5 0C


 Berdasarkan teori
  mmm Mmm
Rounded Rectangle:      Tf  =  Kf  x  m
 
                  

                             Larutan elektrolit                                               larutan elektrolit








Rounded Rectangle:       Tb  =  Kf  x  m  x  i
Rounded Rectangle:       Tf  =  Kf  x  m  x  i

 


                             Larutan nonelektrolit                                          larutan nonelektrolit

                  













BAB 2
METODE PENELITIAN
      
        3.1 Alat dan Bahan
                3.1.1 Alat penelitian
1. Gelas Plastik                                       
2. Pengaduk Kaca
3. Tabung Reaksi beserta rak tabung
4. Termometer
5. Gelas Kimia
6. Baskom
7. Palu kecil

3.1.2 Bahan Penelitian

1. Air Suling
2. Garam Dapur
3. Larutan Gula 2 molal dan 4 molal
4. Larutan NaCl 2 molal dan 4 molal
5. Spatula
6. Es Batu

        3.2 Prosedur Kerja
                   Langkah-langkah dalam melakukan percobaan antara lain :
1. Langkah awal yaitu masukkan butiran es batu ke dalam gelas plastik sampai tiga perempat gelas,kenudian tambahkan 4 sendok garam dapur ,lalu aduk-aduk (inilah campuran pendingin).
2.Langkah ke dua isilah tabung reaksi dengan air suling kira-kira setinggi 4 cm,kemudian masukkan tabung itu k dalam campuran pendingin.Masukkan pengaduk kaca ke dalam tabung reaksi dan gerakkan turun naik air dalam suling menggunakan pengaduk yang terbuat dari kayu,hingga seluruhnya membeku.
3.Langkah ke tiga keluarkanlah tabung dari campuran pendingin dan biarkan es mencair sebagian.Ganti pengaduk dengan thermometer untuk mengukur suhu larutan tersebut,kemudian bacalah thermometer dan catat suhu campuran es dan air itu.
4. Ulangi langkah 2 dan 3 dengan menggunakan larutan gula dan larutan NaCl sebagai pengganti air suling.
Catatan: jika es dalam campuran sudah banyak mencair butlah kembali campuran pendingin seperti pada langkah awal.
                  
        3.3 Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada hari sabtu 22 september 2012 di SMA Negeri 6 Kendari yang berlansung sekitar 1 jam setengah.

        3.4 Objek Penelitian
                   Adapun objek penelitian dalam laporan penelitian ini adalah larutan gula dan garam



BAB 3
HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA

       4.1 Hasil Pengamatan
         
No
Zat terlarut
Kemolalan
Titik beku
1
Gula
2 molal
-2 0C
2
Gula
4 molal
-5 0C
3
NaCl
2 molal
-9 0C
4
NaCl
4 molal
-4 0C

        4.2 Analisis Data
Berdasarkan hasil pengamatan kami titik beku air suling adalah -10C,titik beku larutan gula 2 molal dan 4 molal di peroleh -20C dan -50C sedangkan titik beku karutan garam(NaCl) 2 molal dan 4 molal di peroleh -90C dan -40C.Maka pada analisis data kami menggunakan Tf air  = -1 0C.
Ø  Larutan Gula 2 molal

Tf  =  Tf 0  -  Tf

     =  -1  -  (- 2 )

     =  -1 + 2

     =  1
         
          Penurunan titik beku
         
          Tf  =  Tf 0 -  Tf

             =  -1  -  1

             =  - 2

        Berdasarkan teori

          Tf  =  Kf  x  m
     =  Kf  x  m
     =  1,86  x  2
     =  3,72


Tf  =  Tf 0  -  Tf
     =  -1  -  3,72
     =  -4,72


Ø  Larutan Gula 4 molal
Tf  =  Tf 0  -   Tf
     =  -1  -  (-5)
     =  -1  +  5
     =  4 0C

Penurunan titik beku

Tf  =  Tf 0  -  Tf
     =  -1  -  4
     =  - 5 0C

 Berdasarkan teori

Tf  =  Kf  x  m
     =   1,86  x  4
     =   7,44


Tf  =  TF0  -  Tf
     =   -1  -  7,44
     =  -8,44

Ø  Larutan NaCl 2 molal

Tf  =  Tf0  -  Tf
     =  -1  -  (-9)
     =  -1  +  9
     =  8

Penurunan titik beku

Tf  =  Tf0  -  Tf
     =  -1  -  8
     =  -9

Berdasarkan teori

Tf  =  Kf  x  m
     =  1,86  x  2
     =  3,72
Tf  =  Tf0  -  Tf
     =  -1  -   3,72
     =  - 4,72

Ø  Larutan NaCl 4 molal

TF  =  Tf0  -  Tf
      =  -1  -  (-4)
      =  -1  +  4
      =  3

Penurunan titik beku

Tf  =  Tf0  -  Tf
     =  -1  -  3
     =  -4
                Berdasarkan teori
                  Tf  =  Kf  x  m
                     =  1,86  x  4
                     =  7,44
                Tf  =  Tf0  -  Tf
                     =  -1  -  7,44
                     =  -8.44

BAB 4
PEMBAHASAN

Dari analisis data diatas dapat diketahui bahwa pada molal yang sama titik beku larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit memiliki titik beku yang berbeda karena larutan elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi ion,dan larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dibandingkan degan larutan nonelektrolit.Pada percobaan 2 dan 4 molalitas kedua larutan memiliki molitas yang sama yaitu: 4 molal gula dan 4 molal NaCl,tetapi   Tf  NaCl lebih rendah dari pada   Tf  gula hal ini di sebakan karena larutan NaCl terionisasi sempurna.
Larutan elektrolit adalah larutan adalah larutan yang dapa menghantarka arus listrik,karena larutan nonelektrolit terurai menjadi partikel-partikel yang berupa ion (terionisasi sempurna),larutan nonelektrolit adalah larutan yang tudak dapat menhantarkan arus listrik karena larutan nonelektrolit tidak teruai menjadi partikel-partikel ion (tidak terionasasi sempurna).
Larutan NaCl masuk dalam kelompok larutan elektrolit sedangkan gula masuk dalam larutan nonelektrolit jadi larutan gula tidak terionisasi sempurna sehingga tetap dalam bentuk molekul itulah sebabnya larutan Nacl lebih rendah dari pada larutan gula.
Larutan NaCl (elektrolit ) mempunyai faktor Van’t Hoof (i = 2 ) sehingga untuk mencari pebandingan antara titik beku pelarut dan titik beku terlarut  Tf  =  Kf  x  m  x  i sedangkan larutan gula bukan termasuk larutan elektrolit sehingga tidak memiliki faktor Van’t Hoof (i) sehingga untuk mencari pebandingan antara titik beku pelarut dan titik beku terlarut  Tf  =  Kf  x  m 
Penurunan  titik beku larutan berbanding lurus dengan jumlah partikel zat didala larutan.Makin besar jumlah partikel zat maka makin besar pula penurunan titik beku larutan tersebut.
 
       

                  

















                                                                                                



BAB 5
PENUTUP


       5.1 Kesimpulan
1.     Penurunan titik beku larutan(Tf) berbanding lurus dengan molalitas larutan (m)
2.    Semakin tinggi kemolalan semakin besar perbedaan penurunan titik beku pada suatu larutan.
3.    Semakin besar konsentrasi zat terlarut maka makin rendah titik beku larutan
4.    Pada konsentrasi yang sama,larutan elektrolit mengandung jumlah partikel yang lebih banyak dari pada larutan nonelektrolit
5.    Larutan elektrolit memiliki sifat kolgatif lebih besar dari pada larutan nonelektrolit
6.    Semakin rendah kemolalan semakin rendah titik bekunya


5.2 Saran
       Semoga laporan penelitian ini dapat di jadikan sebagai salah satu referensi dalam proses belajar mengajar dalam mata pelajaran kimia.Penulis menyadari di dalam laporan ini masih banyak terdapat kesalahan oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
               

















DAFTAR PUSTAKA


              KIMIA 3 A terbitan YUDHISTIRA
              KIMIA kelas 3 terbitan ERLANGGA

               www.google.com di unduh pada hari jum’at 28 september 2012


























Tidak ada komentar:

Posting Komentar