KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia -
Nyalah saya dapat menyelesaikan laporan penelitian ini tepat pada waktunya dan
tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi dalam pembuatan laporan penelitian ini.
Di dalam laporan penelitian ini kami menyajikan
laporan dari pengujian penurunan titik beku. Kelompok kami menyelidiki dan
melakukan observasi secara ilmiah dengan menggunakan berbagai larutan yang
masing – masing akan diturunkan titik didihnya
Kami
kelompok kami berharap laporan penelitian ini dapat menambah wawasan
teman-teman yang membaca dan dapat dijadikan salah satu referensi dalam proses
belajar-mengajar mata pelajaran kimia.
Walau demikian kelompok kami sepenuhnya menyadari
kekurangan dari laporan penelitin ini karena kami hanya manusia biasa yang tak
luput dari kesalahan ibarat pepatah, “Tak ada gading yang takretak”. Kelompok
kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun laporan penelitian
ini,demi kesempurnaan laporan penelitian ini di masa yang akan datang.
Terima
kasih dan selamat membaca!
Kendari, 29
september 2012
Penyusun
Kelompok Lima
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan percobaan adalah untuk mengkaji
pengaruh zat terlarut pada titik beku larutan.
1.2 Landasan Teori
v Sifat Koligatif Larutan
Adalah sifat larutan yag tidak
bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi
partikel zat terlarutnya.Sifat koligatif larutan terdiri atas dua jenis yaitu:
sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit,beberapa sifat-sifat
koligatif larutan adalah kenaikan titik
didih dan penurunan titik beku.
v Kenaikan titik didih(Tb) dan penurunan titik beku(Tf)
Pelarut murni akan medidih bila tekanan
uap jenuh pada permukaan cairan sama dengan tekanan udara luar.Pada sistem
terbuka,tekanan udara luar adalah 1 atm atau 760 mmHg keadaan ini disebut titik
didih normal.Tirik didih suatu cairan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh
cairan itu sama dengan tekanan udara luar (tekanan udara yang diberikan pada
permukaan cairan),sehingga dapat kita simpulkan bahwa titik didih cairan bergantung
pada tekanan udara permukaan cairan.
Garis AB adalah garis didih air,artinya setiap titik pada garis AB
terdapat kesetimbangan antara cair dan gas.Garis AC adalah garis beku
air,artinya setiap titik pada garis AC terdapat kesetimbangan antara padat dan
cair.Titik A disebut titik tripel air, artinya
pada titik A itu tercapai kesetimbangan antara cair,padat dan gas,suhu pada
titik tripel itu adalah 0,009 0C dan tekanannya sebesar 0,0060
atm.Karena tekanan uap jenuh larutan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan
uap jenuh pelarut,Garis DE,yaitu garis didih larutan,letakknya berada dibawah
garis AB.
Pada tekanan udara luar 1 atm,air mendidih pada suhu 100 0C
(titik B).Pada saat itu tekanan uap air juga 1 atm dan tekanan uap larutan
masih dibawah 1 atm (titik L).Jadi,agar larutan mendidih ,suhu perlu di
perbesar sehingga (titik L) berpindah
ke (titik E).Pada (titik E) tekanan uap jenuh larutan sudah mencapai 1 atm
(sama dengan tekanan udara luar).Jadi,pada (titik E) larutan mendidih dan suhu
didihnya dan suhu didihnya E’ .Selisih titik didih larutan dengan titik didih
pelarut disebut kenaikan titik didih
( Tb).
Pada saat tercapai kesetimbangan antara cair dan padat,suhu itu disebut
suhu beku.Titik beku ini dicapai jika tekanan uap cairan sama dengan tekanan
uap pelarut padatan murni,sehingga dapat di simpulkan bahwa titik beku larutan
adalah suhu pada saat mulai terbenutk padatan(membeku).Pada gambar diatas
terlihat titik beku larutan (F’) lebih rendah dari pada titik beku pelarut
(C’).Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku( Tf)
Menurut Roult penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding
langsung dengan molalitasyang terlarut didalamnya hukum tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut :
![]() |
![]() |
Larutan
elektrolit larutan
elektrolit
Larutan nonelektrolit larutan
nonelektrolit
BAB 2
METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat penelitian
1. Gelas Plastik
2. Pengaduk Kaca
3. Tabung Reaksi beserta rak tabung
4. Termometer
5. Gelas Kimia
6. Baskom
7. Palu kecil
3.1.2 Bahan Penelitian
1. Air Suling
2. Garam Dapur
3. Larutan Gula 2 molal dan 4 molal
4. Larutan NaCl 2 molal dan 4 molal
5. Spatula
6. Es Batu
3.2 Prosedur Kerja
Langkah-langkah
dalam melakukan percobaan antara lain :
1. Langkah awal yaitu
masukkan butiran es batu ke dalam gelas plastik sampai tiga perempat
gelas,kenudian tambahkan 4 sendok garam dapur ,lalu aduk-aduk (inilah campuran
pendingin).
2.Langkah ke dua isilah
tabung reaksi dengan air suling kira-kira setinggi 4 cm,kemudian masukkan
tabung itu k dalam campuran pendingin.Masukkan pengaduk kaca ke dalam tabung
reaksi dan gerakkan turun naik air dalam suling menggunakan pengaduk yang
terbuat dari kayu,hingga seluruhnya membeku.
3.Langkah ke tiga keluarkanlah
tabung dari campuran pendingin dan biarkan es mencair sebagian.Ganti pengaduk
dengan thermometer untuk mengukur suhu larutan tersebut,kemudian bacalah
thermometer dan catat suhu campuran es dan air itu.
4. Ulangi langkah 2
dan 3 dengan menggunakan larutan gula dan larutan NaCl sebagai pengganti air
suling.
Catatan: jika es dalam campuran sudah banyak mencair
butlah kembali campuran pendingin seperti pada langkah awal.
3.3 Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada hari sabtu 22 september 2012 di
SMA Negeri 6 Kendari yang berlansung sekitar 1 jam setengah.
3.4 Objek Penelitian
Adapun
objek penelitian dalam laporan penelitian ini adalah larutan gula dan garam
BAB 3
HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
4.1 Hasil Pengamatan
|
No
|
Zat terlarut
|
Kemolalan
|
Titik beku
|
|
1
|
Gula
|
2 molal
|
-2 0C
|
|
2
|
Gula
|
4 molal
|
-5 0C
|
|
3
|
NaCl
|
2 molal
|
-9 0C
|
|
4
|
NaCl
|
4 molal
|
-4 0C
|
4.2 Analisis Data
Berdasarkan hasil pengamatan kami titik beku air suling adalah -10C,titik
beku larutan gula 2 molal dan 4 molal di peroleh -20C dan -50C
sedangkan titik beku karutan garam(NaCl) 2 molal dan 4 molal di peroleh -90C
dan -40C.Maka pada analisis data kami menggunakan Tf air = -1 0C.
Ø Larutan Gula 2 molal
Tf = Tf 0
-
Tf
= -1 - (- 2
)
= -1
+ 2
= 1
Penurunan titik beku
Tf = Tf 0
- Tf
= -1 - 1
= -
2
Berdasarkan teori
Tf =
Kf x m
=
Kf x m
=
1,86 x 2
=
3,72
Tf = Tf 0 - Tf
=
-1 - 3,72
=
-4,72
Ø Larutan Gula 4 molal
Tf = Tf 0 - Tf
=
-1 - (-5)
=
-1 + 5
= 4
0C
Penurunan titik beku
Tf = Tf 0 - Tf
=
-1 - 4
= -
5 0C
Berdasarkan teori
Tf =
Kf x m
=
1,86 x 4
= 7,44
Tf = TF0 - Tf
=
-1 - 7,44
=
-8,44
Ø Larutan NaCl 2 molal
Tf = Tf0
-
Tf
=
-1 - (-9)
=
-1 + 9
= 8
Penurunan titik beku
Tf = Tf0 - Tf
=
-1 - 8
=
-9
Berdasarkan teori
Tf =
Kf x m
=
1,86 x 2
=
3,72
Tf = Tf0 - Tf
=
-1 - 3,72
= -
4,72
Ø Larutan NaCl 4 molal
TF = Tf0 - Tf
=
-1 - (-4)
=
-1 + 4
=
3
Penurunan titik beku
Tf = Tf0 - Tf
=
-1 - 3
=
-4
Berdasarkan teori
Tf =
Kf x m
=
1,86 x 4
= 7,44
Tf = Tf0 - Tf
=
-1 - 7,44
=
-8.44
BAB 4
PEMBAHASAN
Dari analisis data diatas dapat diketahui bahwa pada molal yang sama
titik beku larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit memiliki titik beku
yang berbeda karena larutan elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi
ion,dan larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar
dibandingkan degan larutan nonelektrolit.Pada percobaan 2 dan 4 molalitas kedua
larutan memiliki molitas yang sama yaitu: 4 molal gula dan 4 molal
NaCl,tetapi Tf NaCl lebih rendah dari
pada Tf gula hal ini di sebakan
karena larutan NaCl terionisasi sempurna.
Larutan elektrolit adalah larutan adalah larutan yang dapa menghantarka
arus listrik,karena larutan nonelektrolit terurai menjadi partikel-partikel
yang berupa ion (terionisasi sempurna),larutan nonelektrolit adalah larutan
yang tudak dapat menhantarkan arus listrik karena larutan nonelektrolit tidak
teruai menjadi partikel-partikel ion (tidak terionasasi sempurna).
Larutan NaCl masuk dalam kelompok larutan elektrolit sedangkan gula
masuk dalam larutan nonelektrolit jadi larutan gula tidak terionisasi sempurna
sehingga tetap dalam bentuk molekul itulah sebabnya larutan Nacl lebih rendah dari
pada larutan gula.
Larutan NaCl (elektrolit ) mempunyai faktor Van’t Hoof (i = 2 ) sehingga
untuk mencari pebandingan antara titik beku pelarut dan titik beku
terlarut Tf = Kf
x m x i sedangkan
larutan gula bukan termasuk larutan elektrolit sehingga tidak memiliki faktor
Van’t Hoof (i) sehingga untuk mencari pebandingan antara titik beku pelarut dan
titik beku terlarut Tf = Kf
x m
Penurunan titik beku larutan
berbanding lurus dengan jumlah partikel zat didala larutan.Makin besar jumlah
partikel zat maka makin besar pula penurunan titik beku larutan tersebut.
BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1.
Penurunan titik beku larutan(Tf)
berbanding lurus dengan molalitas larutan (m)
2.
Semakin tinggi kemolalan semakin
besar perbedaan penurunan titik beku pada suatu larutan.
3.
Semakin besar konsentrasi zat
terlarut maka makin rendah titik beku larutan
4.
Pada konsentrasi yang sama,larutan
elektrolit mengandung jumlah partikel yang lebih banyak dari pada larutan
nonelektrolit
5.
Larutan elektrolit memiliki sifat
kolgatif lebih besar dari pada larutan nonelektrolit
6.
Semakin rendah kemolalan semakin
rendah titik bekunya
5.2 Saran
Semoga laporan penelitian ini dapat di jadikan sebagai salah satu
referensi dalam proses belajar mengajar dalam mata pelajaran kimia.Penulis
menyadari di dalam laporan ini masih banyak terdapat kesalahan oleh karena itu
kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan ini di masa yang
akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
KIMIA 3 A terbitan
YUDHISTIRA
KIMIA kelas 3
terbitan ERLANGGA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar